Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Tahukan Anda tentang PAUD?

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu bentuk upaya pendidikan dan pembinaan yang ditujukan kepada anak yang dimulai sejak ia lahir sampai dengan usia enam tahun. Pendidikan ini pada dasarnya dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Tujuan dari program pendidikan anak usia dini yang paling utama adalah untuk membantu mengembangkan seluruh potensi dan kemampuan fisik, kecerdasan, emosional, moral dan agama secara optimal dalam lingkungan pendidikan yang kondusif dan kompetitif. Salah satu dasar hukum adanya PAUD adalah Pembukaan UUD 1945 "salah satu tujuan kemerdekaan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa". Anak-anak yang masih kecil sudah berhak untuk mendapatkan pendidikan. Pada tahap usia inilah yang sering kita sebut sebagai usia emas atau golden age.

Sumber: https://www.appletreebsd.com/gallery/daily-activities/

Apa itu Usia Emas (Golden Age) ?

Usia emas atau golden age adalah periode sejak anak lahir hingga kurang lebih usia 4 tahun dan dipercaya sebagai periode keemasan di mana anak pada usia itu mengalami perkembangan yang pesat terutama dalam hal kecerdasan otak. Proses pendidikan usia dini dapat mencapai hasil yang sangat optimal bila anak mendapatkan stimulus yang sesuai dengan perkembangan usianya. Anak pada usia emas belajar melalui pengamatan, percobaan dan komunikasi dengan orang lain. Masa ini sangat penting sebagai dasar atau pedoman utama bagi perkembangan anak di tahap usia selanjutnya. Oleh karena itu, dalam tahap usia ini pendidikan usia dini (PAUD) dinilai sangat cocok dan efektif untuk mendidik anak dan mengetahui potensi anak kedepannya.

Seberapa Pentingkah PAUD?

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dianggap sebagai titik sentral yang strategis dalam pembangunan sumber daya manusia karena memegang peranan penting dan menentukan bagaimana perkembangan anak selanjutnya, dan merupakan dasar bagi kepribadian anak. Namun sepertinya belum banyak orang tua yang tahu seberapa penting pendidikan usia dini dan kapan seharusnya pendidikan usia dini dimulai. Terlebih lagi seharusnya orang tua harus paham bahwa anak pada usia 0-6 tahun memiliki perkembangan otak yang sangat pesat. Anak sangat mudah menyerap informasi yang ada di sekitarnya, sehingga apa yang kita ajarkan pada usia tersebut akan mempengaruhi tumbuh kembang si anak. Anak yang mendapatkan pendidikan yang baik semenjak usia 0-6 tahun memiliki harapan lebih besar untuk meraih keberhasilan di masa mendatang. Sebaliknya anak yang tidak mendapatkan pendidikan yang memadai membutuhkan perjuangan yang cukup berat untuk mengembangkan hidup selanjutnya.

Bentuk Pendidikan Anak Usia Dini?

  1. Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan sekolah dasar.
  2. Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui beberapa jalur diantaranya pendidikan formal, non formal, dan/atau informal.
  3. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal dapat berbentuk seperti Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat.
  4. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal dapat berbentuk seperti kelompok bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.
  5. Pendidikan anak usia dini pada jalur informal dapat berbentuk seperti pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak Usia Dini ?

Setelah kita tahu apa itu pendidikan anak usia dini dan seberapa pentingkah diberikan kepada anak, sekarang kita akan menganalisa bagaimana peran keluarga dalam pendidikan anak usia dini. Dalam artikel sebelumnya telah kita bahasa terkait 3 lingkungan pendidikan yaitu Keluarga, Sekolah dan Masyarakat. Walaupun dengan adanya PAUD dapat menjamin pendidikan anak pada usia emas namun disini peran orang tua/ keluarga juga sangat dibutuhkan. Ketika anak dirumah maka peran pendidikan dan pengawasan akan beralih ke orang tua.

Selain itu, orang tua juga harus tahu akan pentingnya memberikan pendidikan usia dini (PAUD) kepada anaknya terutama saat usia emas. Orang tua juga harus mampu melakukan seleksi program-program PAUD mana yang paling cocok untuk anak. Karena pada usia tersebut anak belum mampu melakukan pilihan. Orang tua juga harus ikut melakukan kontrol terhadap perkembangan anak di PAUD. Perlu digaris bawahi bahwa bagaimanapun juga peran kontrol anak yang paling utama ada di orang tuanya.

Untuk bentuk pendidikan formal dan non-formal sangat cocok dipilih apabila orang tua adalah pekerja yang mana mereka hanya memiliki waktu yang singkat untuk anak. Apabila, orang tua memilih bentuk pendidikan usia dini informal maka peran mereka sangat besar sekali karena pendidikan diselenggarakan oleh keluarga/ orang tua sendiri tanpa menggunakan jalur pendidikan formal seperti TK atau Sekolah PAUD. Namun apabila opsi ini dipilih perlu digaris bawahi bahwa keluarga/ orang tua harus memiliki dan memberikan banyak waktu mereka untuk anak. Permasalahan inilah yang saat ini banyak terjadi di Indonesia dimana para orang tua sangat sedikit sekali memberikan waktu mereka kepada anak. Sehingga seakan-akan keluarga lepas kontrol terhadap tumbuh kembang dan pendidikan anak.

Sumber: https://www.appletreebsd.com/gallery/music-art/

Namun disini menurut analisa dan kesimpulan penulis baik pendidikan formal, non-formal, dan informal peran orang tua sangat dibutuhkan. Waktu mereka bersama anak merupakan keadaan yang benar-benar dibutuhkan dalam tahap pendidikan anak usia dini.  #appletreebsd
Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak Usia Dini Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak Usia Dini Reviewed by Si Panjoel on April 25, 2019 Rating: 5

2 komentar:

  1. Saya sependapat kalau pendidikan usia dini itu penting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, memang seharusnya kita sudah menyadari pentingnya pendidikan usia dini baik akademik, moral, maupun agama.

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.