Dana Desa, Formasi 4-4-2 !

Bicara tentang dana desa mungkin bagi sebagian dari kita sudah tahu apa itu dana desa, dari mana, dan untuk apa. Namun, bagi saudara-saudara kita yang ada di desa ternyata banyak yang belum tahu tentang adanya dana desa dari pemerintah pusat untuk mereka. Warga di desa kebanyakan hanya tahu bahwa jalan diperbaiki, irigasi diperbaiki, infrastruktur diperbaiki tanpa tahu dari mana uang tersebut. Bahkan ada beberapa yang beranggapan bahwa itu dari uang kepala desa, hmmm luar biasa baik pak kadesnya.

Jadi dana desa itu adalah dana yang bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang diperuntukkan bagi desa yang ditransfer melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kabupaten/kota dan diprioritaskan untuk pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Pengalokasian dana desa harus memperhatikan aspek pemerataan dan keadilan dan dalam pengawasannya harus menjadi tanggung jawab bersama antara perangkat desa dan masyarakat. Anggaran dana desa untuk tahun 2018 adalah 60 Triliun, dan untuk tahun 2019 diperkirakan akan mengalami peningkatan menjadi 73 Triliun. Oke, kita kan sudah tahu apa itu dana desa dan dari mana sumbernya, lalu untuk apa sih dana desa itu?


Tujuan utama dana desa adalah untuk membangun infrastruktur yang memadai bagi desa, memberdayakan masyarakat desa, meningkatkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja, dan tujuan utama yaitu terciptanya kesejahteraan masyarakat desa. Dalam penggunaannya dana desa harus melihat prioritas, apa yang paling dibutuhkan, dan potensi apa yang bisa dimanfaatkan dari desa dan masyarakatnya. Serta penggunaannya harus memperhatikan asas keterbukaan, akuntabel, partisipatif, dan tertib dan disiplin anggaran. Penggunaan dana desa juga harus ditujukan untuk kepentingan desa, bukan kepentingan pribadi kepala desa semata.

Dalam penggunaan dana desa dan pembangunan desa dapat kita ibaratkan kedalam suatu formasi sepak bola yaitu formasi 4-4-2. Formasi ini terdiri dari 4 pemain bertahan, 4 gelandang, dan 2 penyerang. Formasi 4-4-2 dalam dunia sepak bola sangat seimbang antara bertahan dan menyerang yang cocok dengan penggunaan dana desa yang harus seimbang antara prioritas kebutuhan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat untuk kemajuan ekonomi desa.

PEMAIN BELAKANG ADALAH INFRASTRUKTUR DESA


Pemain belakang memegang peran penting dalam kokohnya tim dan pengalir bola kepada pemain gelandang dan penyerangan. Apabila pertahanan buruk maka akan mudah kebobolan, begitupun dengan desa, apabila infrastruktur tidak memadai akan susah untuk mengembangkan desa. Pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan sekali terutama bagi desa yang memang memiliki infrastruktur yang kurang layak. Misalkan desa-desa diperbatasan Indonesia atau desa-desa terpencil yang bahkan jembatan penyeberangan atau jalan desa yang layak saja mereka tidak punya. Disinilah peran dana desa untuk membangun infrastruktur sangat dibutuhkan. Infrastruktur desa pada dasarnya tidak hanya jalan dan jembatan saja, sarana dan prasarana lain yang bisa dibangun adalah tersedianya sumur yang menunjang air bersih ketika kemarau, pembangkit listrik sederhana bagi desa yang belum mendapat pasokan listrik yang memadai, sarana dan prasarana penggilingan padi, dan sarana dan prasarana yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan dan sosial di desa.

Warga Gotong Royong ketika Bagun Jalan
Sumber gambar : http://transbogor.co/read/7410/13/1/2016/dapat-bantuan-dana-infrastruktur-desa-kemang-bangun-jalan-desa

Lalu, suatu pertanyaan akan timbul "Apakah desa yang sudah membangun dengan layak infrastrukturnya harus terus membangun infrastruktur lagi?". Jawabannya tidak, apabila infrastruktur di desa sudah layak seharusnya kepala desa harus menitik beratkan penggunaan dana desa disektor yang lain seperti pemberdayaan masyarakat. Kan tidak mungkin tiap tahun hanya bangun infrastruktur apalagi hanya bangun jalan, nanti bisa jadi jalan tol. Sampai disini arah permainan dan bola akan dioper ke gelandang dan penyerang.

GELANDANG DAN PENYERANG ADALAH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT


Bola berhasil dioper ke gelandang dan penyerang. Disektor ini dibutuhkan kreatifitas permainan dan inovasi yang tinggi. Hal ini sejalan dengan pemanfaatan dana desa dari segi permberdayaan masyarakat yang memang harus dibutuhkan pemikiran dan ide yang lura bisa, kreatif dan inovatif. Salah satunya yang dapat kita ambil contoh adalah desa Jipang di Blora kebanyakan masyarakat desa disana adalah seorang petani. Ketika kemarau dan hasil panen gagal, lantas bagaimana disini peran kepala desa dalam menggunakan dana desa untuk memberdayakan masyarakatnya?. Di desa tersebut kepala desanya berhasil memberdayakan masyarakatnya untuk membuat sebuah paguyuban peternakan dimana mereka membuat sendiri pakan ternak mereka. Disini masyarakat bisa terus melanjutkan kehidupannya walaupun pertanian mereka sedang dilanda paceklik.

Selain itu upaya pemberdayaan masyarakat desa yang lain adalah dengan adanya BUMDes (Bada Usaha Milik Desa) yang dikelola oleh desa dan masyarakatnya. Namun, BUMDes ini jangan sampai mengganggu atau bahkan mematikan usaha dari masyarakat yang sudah ada. Dalam memberdayakan BUMDes harus melihat potensi yang ada di desa tersebut. Salah satu BUMDes yang paling terkenal adalah BUMDes di ponggok salah satu desa di Klaten. Desa ponggok memiliki keistimewaan dengan dianugerahi mata air segar nan jernih dengan debit luar biasa yang ditampung di sebuah kolam renang alami dengan ukuran besar. Hal yang membedakannya dengan dengan taman bermain lainnya, Umbul Ponggok memiliki dasar kolam alami dan berkeliaran ikan warna-warni. Berbekal inovasi, pengelola wisata desa ponggok memberikan fasilitas bagi pengujung untuk berfoto bawah air di kolam ini. Dengan lokasinya yang tidak jauh dari kota Yogyakarta mampu membuat Umbul Ponggok menjadi salah satu destinasi wisata unggul dengan ribuan pengunjung setiap minggu.  

Pesona Bawah Air Umbul Ponggok, Sapa yang Mau Foto Prewed disini ?
Sumber : https://regional.kompas.com

Selain itu ada juga BUMDes yang mampu menyejahterakan masyarakat desa sekalipun desa tersebut tidak memiliki kekayaan alam yang melimpah ataupun objek-objek yang dapat dijadikan objek wisata. Ya, itu adalah BUMDes Kumbayau yang berlokasi di Desa Kumbayau, Sawah Lunto, Sumatera Barat. Berbekal pengalaman, kreatifitas, dan inovasi mereka mampu menciptakan pengelolaan ekonomi desa yang sangat baik, menciptakan bank desa, dan bahkan prestasi terbaiknya akan mengekspor hasil atau produk-produk masyarakat setempat ke berbagai Negara seperti India, Nepal, dan Turki. Secara tidak langsung dengan permberdayaan masyarakat baik itu menciptkan paguyuban atau BUMDes hal itu mampu menciptakan lapangan kerja bagi warga desa tersebut sehingga mengurangi pengangguran dan perekonomian masyarakat juga dipatikan akan ikut membaik. Bahkan  akan mampu mengatasi pengurangan tingkat urbanisasi yang tiap tahun selalu naik karena dari dulu kesenjangan antara desa kota sangat luar biasa. 

TIM TIDAK AKAN BERHASIL TANPA PELATIH


Peran pelatih yang mampu merancang strategi, melatih, dan mendisiplinkan pemain juga sejalan dengan dengan pelaksanaan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan dana desa yang harus dilakukan oleh kepala desa dan masyarakat. Dalam pelaksanaan pemanfaatan dana desa tidak semudah membalik telapak tangan. Untuk perlu adanya peran warga desa yang harus membantu kepala desa dalam pengoptimalan penggunaan dana desa karena pada dasarnya yang akan merasakan dampaknya langsung adalah warga desa tersebut. Apabila tercipta sinergi yang baik antara kepala desa dan warganya maka dana desa akan tepat sasaran dan optimal.



Sumber inspirasi :
https://www.kemenkeu.go.id
http://www.berdesa.com/bumdesa

Dana Desa, Formasi 4-4-2 ! Dana Desa, Formasi 4-4-2 ! Reviewed by Si Panjoel on November 10, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.